SURABAYA, iNews.id – Forum Komunikasi Kiai Kampung Jawa Timur (FK3JT) mendesak Presiden Joko Widodo segera me-reshuffle Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Desakkan itu disampaikan menyusul keikutsertaan Khofifah dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.
Mereka khawatir, jabatan Khofifah sebagai menteri akan tumpang tindih dengan aktivitas persiapan pilgub yang tengah dilakukan Ketua Umum PP Muslimat NU itu.
“Bisa saja, orang menganggap kegiatan Khofifah di Jatim ini sebagai kampanye terselubung,” tandas Ketua FK3JT, Fahrur Rozi, Selasa (5/12/2017).
Atas kekhawatiran itu, FK3JT bahkan mendesak agar proses reshuffle dipercepat, maksimal sebelum 20 Desember. Sebab, saat itu ada puncak peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) yang dipusatkan di Jawa Timur.
“Kami khawatir nantinya terjadi konflik kepentingan dan rakyat bawah menilai sebagai kampanye terselubung,”ucap Gus Fahrur.
Sebagai pembenar atas desakannya itu, FK3JT juga mengutip pesan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dalam sebuah acara di Malang, Senin (4/12/2017) lalu. Bahwa, Khofifah perlu segera mundur mengingat posisi Kementerian Sosial yang cukup strategis dan butuh konsentrasi tinggi.
“Alangkah baiknya jika Khofifah mengikuti saran Pak JK. Dengan begitu dia bisa konsentrasi di Pilgub Jatim,” tandasnya.
Gus Fahrur berdalih, upaya itu dilakukan dalam rangka menjaga proses Pilgub Jatim tetap aman. Termasuk juga menjaga nama baik Khofifah.
“Kami ini ngeman Ketua Umum PP Muslimat NU itu agar berkonsentrasi dalam pencalonannya di Pilgub Jatim 2018,”ucapnya.