Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BPS Ungkap 6 Persen Anak Belum Punya Akta Kelahiran, Terbanyak di Papua dan NTT
Advertisement . Scroll to see content

BPS Ungkap Akta Kelahiran Bisa Telat 5 Tahun, Ortu Baru Urus saat Anak Mau Sekolah

Rabu, 12 Agustus 2026 - 04:00:00 WIB
BPS Ungkap Akta Kelahiran Bisa Telat 5 Tahun, Ortu Baru Urus saat Anak Mau Sekolah
Ilustrasi akta kelahiran anak di Indonesia masih banyak telat dibuat orang tua. (Foto: Freepik)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkap akta kelahiran anak di Indonesia masih bisa terlambat hingga lima tahun. Hal itu karena sebagian orang tua baru mengurus dokumen kependudukan saat anak akan masuk sekolah.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan kondisi tersebut terlihat dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026. Kepemilikan akta kelahiran anak usia 0-17 tahun secara nasional baru mencapai 94,6 persen.

"Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional Maret 2026, BPS mencatat bahwa untuk anak usia 0 sampai 17 tahun di Indonesia yang sudah memiliki akta kelahiran itu baru sekitar 94,6 persen. Artinya masih ada sekitar 6 persenan lagi anak Indonesia yang umurnya 0 sampai 17 tahun yang belum memiliki akta kelahiran," kata Amalia dalam peluncuran Digitalisasi Penerbitan Akta Kelahiran melalui Integrasi SatuSehat-SIAK di Puskesmas Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (11/8/2026).

Menurut Amalia, keterlambatan pengurusan dokumen kelahiran masih menjadi persoalan dalam pencatatan penduduk. Jeda antara kelahiran anak dan penerbitan akta kelahiran bahkan dapat berlangsung hingga lima tahun.

"Dari sistem statistik hayati yang dikerjasamakan antara Kemendagri dengan Kemenkes dan BPS, ternyata masih banyak time lag antara kelahiran dan pengurusan dokumen kependudukan anak," katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut