Saat itu, alat betel yang digunakan untuk memecah batu tiba-tiba jatuh ke dalam lubang. Setelah batu-batu di sekitar lokasi dibongkar, terlihat rongga yang ternyata merupakan bagian dari gua alami.
“Kronologinya, awalnya lagi cari batu lalu saya gak tahu dalamnya itu seperti goa lalu saya bongar,” ujarnya.
Keberadaan gua kembali menjadi perhatian setelah informasi mengenai lokasi tersebut menyebar melalui media sosial. Warga pun mulai berdatangan untuk melihat langsung gua yang sebelumnya hanya diketahui oleh kalangan terbatas.
Ramainya warga yang datang membuat Pemerintah Desa Andonosari melaporkan penemuan gua tersebut kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan.
Kepala Desa Andonosari Ahmad Pujianto mengatakan, pihaknya telah melaporkan temuan tersebut kepada dinas terkait untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami sudah laporkan ke dinas terkait soal adanya penemuan gua ini. Beberapa hari ini sudah banyak warga berdatangan,” katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tiga gua tersebut dipastikan merupakan gua alami, bukan hasil buatan manusia. Meski demikian, pemerintah desa mengimbau masyarakat tidak masuk ke dalam gua karena kondisi struktur tanah dan tingkat keamanan belum diperiksa secara menyeluruh.