Bagus menambahkan bahwa kedua poin tersebut menjadi fokus utama tahun ini. Pihaknya berharap kegiatan seperti itu memiliki dampak ekonomi bagi warga Kota Madiun.
"Makna kali ini saya lebih tekankan pada dua poin tadi yang menjadi poin utama. Kemudian tujuan akhirnya adalah bagaimana nanti perekonomian juga bisa jalan, UMKM hidup," katanya.
Orang nomor satu di Pemkot Madiun itu juga menegaskan, setiap budaya harus jadi tuntunan sekaligus tontonan. Melalui kegiatan seperti ini, generasi muda bisa terus dikenalkan dengan akar budayanya agar tradisi tidak tergerus zaman.
“Perkembangan budaya lokal adalah fondasi kebudayaan nasional. Kita ingin anak-anak muda Madiun bangga dengan budayanya sendiri,” ucapnya.
Pemerintah Kota Madiun tidak akan berhenti di sini. Ke depan, akan ada koordinasi dan evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan Grebeg Maulid agar semakin meriah dan tertata.
“Harapannya, ke depan Grebeg Maulid ini bisa menjadi ikon budaya yang mampu mendatangkan wisatawan ke Kota Madiun,” kata Bagus.
Dengan kembalinya Grebeg Maulid, Madiun kini punya satu lagi alasan untuk dikunjungi. Yaitu menyaksikan tradisi yang hidup, merasakan keberkahan, dan merayakan cinta kepada Nabi bersama-sama.