LUMAJANG, iNews.id - Gunung Semeru meletus hari ini dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 4.176 meter di atas permukaan laut, Selasa (25/8/2026) pagi. Erupsi terjadi pukul 06.40 WIB dan terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter selama 93 detik.
Petugas Pengamatan Gunung Api Yadi Yuliandi melaporkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Abu erupsi terpantau bergerak ke arah utara dan timur laut.
Erupsi tersebut juga tercatat dalam aktivitas kegempaan Gunung Semeru. Data pengamatan menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 22 milimeter dengan durasi erupsi selama 93 detik.
"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 25 Agustus 2026, pukul 06:40 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 meter di atas puncak," tulis Badan Geologi dikutip Selasa (25/8/2026).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan ini berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut rawan terkena lontaran batu pijar.
PVMBG meminta masyarakat tetap mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru. Ancaman tersebut terutama perlu diwaspadai di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai Besuk Kobokan.