"Sebelum berangkat perasan sudah gak enak. Saat di atas kapal masih video call, sempat ngobrol sama anak-anak. Katanya baru berlayar sekitar 1 jam gitu. Habis itu, pukul 12.00 WIB sudah tidak ada sinyal," ujar Ety dikutip dari iNews Madiun, Rabu (23/9/2026).
Kabar mengenai kapal terbalik baru diketahui Ety melalui media sosial pada hari berikutnya. Informasi tersebut menyebutkan sebuah kapal dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin mengalami kecelakaan.
Ety kemudian mencoba memastikan apakah kapal tersebut merupakan kendaraan laut yang ditumpangi suaminya. Dia meminta kerabat di Banjarmasin mencari informasi, tetapi belum memperoleh kepastian.
Tidak berhenti di situ, Ety meminta bantuan tetangga yang bekerja di Surabaya. Pengecekan kemudian dilakukan melalui agen tiket KM Virgo Transport 8 untuk mengetahui apakah kendaraan milik Tihwin tercatat dalam manifest.
"Awalnya saya tidak tahu suami saya itu naik kapal apa. Setelah berusaha mencari tahu, akhirnya ketemu data nomor kendaran suami saya di agen tiket KM Virgo Transport 8," katanya.