SIDOARJO, iNews.id – Sejumlah rumah sakit di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, kebanjiran pasien terinfeksi Influenza Tipe A atau yang populer di masyarakat sebagai superflu, Senin (5/10/2026).
Cuaca panas ekstrem yang memicu penurunan daya tahan tubuh disinyalir menjadi pemicu lonjakan kasus dalam dua pekan terakhir.
Melonjaknya jumlah pasien secara drastis membuat ruang perawatan (keterisian tempat tidur/bed occupancy rate) di beberapa rumah sakit penuh (full bed). Kondisi ini memaksa pihak pengelola rumah sakit membuka ruang darurat baru.
Di Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, manajemen terpaksa menyulap sejumlah area kantor manajemen menjadi ruang rawat darurat guna menampung gelombang pasien.
Lonjakan pasien yang mengalami gejala mirip superflu mendominasi hingga 80 persen dari total tempat tidur rawat inap yang tersedia. Untuk mengatasi lonjakan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), kapasitas total tempat tidur ditingkatkan dari 110 unit menjadi 120 unit.
"Memang saat ini sedang marak kasusnya. Pasien rata-rata membutuhkan waktu perawatan rawat inap sekitar tiga hari sebelum kondisinya stabil dan diperbolehkan pulang," terang Dokter Spesialis Anak RSU Assakinah Medika, dr. Nur Alfiani, Sp.A, Senin (5/10/2026).
Mayoritas pasien yang menjalani perawatan didominasi oleh kelompok usia anak-anak yang rentan terhadap serangan virus saluran pernapasan.
Dokter memperingatkan apabila penanganan medis terlambat, infeksi virus ini berisiko memicu komplikasi berat seperti radang paru-paru (pneumonia) dan sesak napas akut.
Menyikapi maraknya penyakit pernapasan ini, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):