Menurutnya, selain pelayanan publik dan pameran inovasi, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 juga melibatkan pelaku UMKM. Sebanyak 48 stan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, termasuk stan promosi produk lokal.
Lisdyarita berharap, keikutsertaan UMKM dapat memperluas jangkauan pemasaran sekaligus membuat produk lokal semakin dikenal masyarakat.
“Ada 48 booth yang ikut dalam acara ini, termasuk bagi UMKM sebagai sarana promosi dan perluasan pasar produk lokal agar semakin naik kelas. Ada juga dari para kreator dan pelajar untuk berkarya serta berkompetisi melalui ajang Inotek Expo. Tak lupa juga Student Music Festival yang kembali kita hidupkan,” terangnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Ponorogo juga ingin membuka ruang bagi inovator, kreator, dan pelajar untuk menampilkan karya serta mengembangkan kreativitas.
Pemkab Ponorogo bahkan berencana mengembangkan Kemilau Pekan Raya menjadi agenda tahunan. “Insyaallah Kemilau Pekan Raya Ponorogo akan dikembangkan menjadi agenda tahunan yang dinanti-nantikan,” jelasnya.