Menurut Taufiq, kondisi ini merupakan dampak berantai dari lesunya ekonomi global, pelemahan nilai tukar rupiah, hingga ketegangan geopolitik akibat perang di Timur Tengah.
"Jika kami tidak mengambil langkah efisiensi berat melalui PHK ini, perusahaan bisa gulung tikar (bangkrut) total," kata Taufiq dalam forum pertemuan.
Mendengar argumen perusahaan, para buruh tetap tidak terima dan mendesak Pemkab Jombang segera mengeluarkan tindakan tegas membatalkan keputusan PHK tersebut. Jika tuntutan mereka diabaikan, ribuan buruh mengancam akan mendirikan tenda keprihatinan dan memblokir total pintu masuk pabrik PT SGS di Diwek.