Kisah Ario Soerjo, Gubernur Pertama Jawa Timur yang Lantang Menentang Gertakan Sekutu

Rizky Agustian
Kisah Ario Soerjo, sang gubernur pertama Jawa Timur yang vokal melawan Inggris. (Foto: Randy Wirayudha)

Namun, Soerjo berpidato di radio supaya rakyat tetap tenang menunggu hasil perundingan Menteri Luar Negeri Ahmad Subarjo dengan Inggris pada 9 November 1945. Namun perundingan itu gagal.

Rakyat sepakat menolak ultimatum Inggris hingga pada 10 November 1945 perlawanan pecah. Surabaya dibombardir dari laut, darat, hingga udara.

Pertempuran itu membuat Soerjo memutuskan memindahkan pemerintahan ke Mojokerto, lalu ke Malang. Hingga akhirnya perang berakhir pada 20 November 1945. Meski menjadi gubernur, Soerjo tetap membantu membersihkan kekacauan setelah perang.

Dia menginggal dunia tiga tahun berselang pada November 1948. Dia tewas dibunuh di Kali Kakah, Ngawi, oleh simpatisan PKI pimpinan Moeso.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kabur ke Perbukitan, WNA Inggris Curi Tas Turis Prancis Ditangkap di Nusa Penida

1 bulan lalu

Geger! WNA Inggris Ditemukan Tewas di Ubud Bali, Jasad Terbaring di Sofa Vila

8 bulan lalu

Viral Gadis Desa di Labusel Menikah dengan Pria Inggris, Kenal via Medsos

9 bulan lalu

Sakit, 2 Terpidana Mati dan Seumur Hidup Akan Dipulangkan ke Inggris

10 bulan lalu

Sound Horeg Malang Mendunia: Anak Muda Inggris Joget Asyik di Pesta Ulang Tahun!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal