Setelah negeri aman, Gajah Mada dipertahankan sebagai Bekel Bhayangkara hingga akhirnya mengambil cuti. Setelah 2 bulan tidak bekerja, Gajah Mada diangkat menjadi patih daerah Kahuripan di wilayah Kediri.
Pangkat ini penting sekali karena dari sinilah karier Gajah Mada membangun pemerintahan dimulai. Selama 2 tahun lamanya atau pada 1319-1321, dia memangku pekerjaan tersebut.
Karena dipandang cakap dan berani, Gajah Mada dipindahkan dari Kediri dan diangkat menjadi Patih Daha di sekitar Malang untuk menggantikan Arya Tilam yang baru meninggal.
Pemindahan itu berarti naik ke tingkatan yang lebih tinggi sebab waktu itu daerah Kediri memang lebih penting. Sementara kemuliaan Kahuripan hanya bergantung pada kenang-kenangan kepada Airlangga.
Selain ketangkasan, Gajah Mada dalam kemajuan ini mendapat bantuan dan lindungan dari Arya Tadah yang menjadi patih mangkubumi di Majapahit pusat negara.
Adapun hasil pekerjaan Gajah Mada dalam menindas pemberontakan di atas sebagian besar juga disebabkan oleh keteguhan susunan negara. Sekeliling dan di dalam pemerintahan adalah dua golongan jawatan yang selalu memangku cita-cita negara.