Kisah Panglima Perang Mataram Dihukum Mati karena Gagal Taklukkan Batavia 

Avirista Midaada
Peninggalan Kerajaan Mataram. (Foto: pecihitam).

Sementara beberapa kapal Belanda datang dari Banten dan Pulau Onrust, serta mendaratkan 200 prajurit. Kini kastil Belanda itu hanya dipertahankan oleh 530 prajurit. Sementara bagi Mataram, tambahan prajurit terus berdatangan. 

Pasukan Mataram berikutnya tiba bulan Oktober 1628 dipimpin oleh Pangeran Mandurareja, cucu Ki Juru Martani. Total seluruh pasukan Mataram ada 10.000 prajurit, termasuk yang tiba sebelum-sebelumnya. 

Perang besar pun terjadi di Benteng Belanda. Namun, pasukan Mataram yang unggul jumlah justru mengalami kekalahan besar, karena kurangnya perbekalan. Mengetahui kekalahan ini, Sultan Agung marah dan langsung melakukan tindakan tegas.  Pada Desember 1628, Sultan Agung mengirim algojo untuk menghukum mati Tumenggung Bahureksa dan Pangeran Mandurareja, karena dianggap gagal menjalankan misi ke Batavia.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
14 hari lalu

Bocah SD Tercebur ke Sumur Sedalam 30 Meter di Lebak, Dievakuasi dalam Kondisi Tewas

28 hari lalu

Gempa Terkini Guncang Sumur Banten, Cek Magnitudo dan Pusat Getarannya!

31 hari lalu

Nelayan Banten Nekat Tetap Melaut di Tengah Guyuran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

31 hari lalu

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Pesisir Banten, Warga Rasakan Mata Pedih

1 bulan lalu

Kronologi Pembunuh Perempuan dalam Kardus Ditangkap di Banten, Hendak Kabur ke Palembang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal