Kisah Pilu Orang Tua Kehabisan Kata-Kata, Anak Satu-satunya Jadi Korban Tragedi Kanjuruhan

Avirista Midaada
Keluarga korban tragedi Kanjuruhan saat berdoa di pintu stadion. (Avirista Midaada / MPI)

Dia menuturkan, anak perempuannya mengabarkan ada pertandingan malam itu yang akan berakhir pukul 22.00 WIB. Makanya dia meminta izin untuk pulang pukul 00.00 WIB karena ingin bercengkrama dengan teman-temannya.

"Izin pulang jam 12, ya pulang jam 12 (malam). Itu pun selalu sama. Pamitnya sama, cuma saat ini kondisinya yang tidak sama," ucap Aris.

Aris dan istri tidak menyangka anaknya akan pergi meninggalkannya. Terlebih, dia sempat mengantarkan anaknya di luar stadion sebelum pertandingan. Masih terkenang jelas bagaimana anaknya terlihat ceria dan semangat menonton pertandingan sepak bola.

Aris dan istri menerima informasi anak semata wayangnya menjadi korban jiwa saat pukul 00.00 WIB. Saat itu dia baru bangun tidur. Semula, Aris menduga anaknya hanya kecelakaan biasa akibat tersenggol.

"Kedengaran saya itu kesenggol jadi mungkin kecelakaan. Mau saya jemput tetapi tidak dibolehkan. Saya disuruh siap-siap di rumah katanya Pak Kades mau ambil (anak). Pas itu saya mikir kok Pak Jamhuri (kepala desa) yang manggil. Ponakan saya suruh cek juga tidak boleh," kata Aris.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 hari lalu

Tinjau Uji Coba MBG Prasmanan, Kapolres Malang Pastikan Makanan Siswa Aman

9 hari lalu

Gempa Guncang Malang Malam Ini, Cek Kekuatan Magnitudonya

9 hari lalu

Kurir Narkoba Jakarta-Malang Ditangkap, Bawa Sabu 1,1 Kg dan 2.122 Pil Ekstasi

27 hari lalu

Tragis! Petani di Malang Tewas Terjebak Api saat Padamkan Kebakaran Lahan Tebu

29 hari lalu

Dentuman Misterius Kejutkan Warga Malang Raya, BMKG Cek Sensor Geofisika

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal