Kisah Raja Mataram Hukum Mati Orang Kepercayaanya karena Berkhianat

Avirista Midaada
Ilustrasi, tentara Mataram. (Foto: Istimewa).

Setelah penghukuman mati Sang Bupati Surabaya Adipati Jangrana ini digantikan oleh adiknya bernama Jayapuspita sebagai Bupati Surabaya. 

Pada 1714, Jayapuspita menolak menghadap Kartasura dan mempersiapkan pemberontakan. Pada1717, gabungan pasukan Kartasura dan VOC bergerak menyerbu Surabaya. Peristiwa peperangan ini konon terjadi lebih mengerikan daripada perang di Pasuruan terdahulu, semasa Untung Surapati.

Jayapuspita akhirnya kalah dalam peperangan, dia terpaksa menyingkir ke Japan, sekarang Mojokerto pada 1718. Sunan Pakubuwana I ini meninggal dunia pada 1719. Sepeninggalnya, takhta raja Mataram di istana Kartasura beralih ke putranya yang bergelar Amangkurat IV. 

Pemerintahan Amangkurat IV ini kemudian dihadapkan pada pemberontakan oleh saudara-saudaranya sesama putra Pakubuwana I. Mereka yang memberontak mulai Pangeran Blitar, Pangeran Purbaya dan Pangeran Diponegoro Madiun. 

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kisah Muhammad Syaeful Mujab, Anak TKW yang Maju Jadi Calon Wakil Bupati Tegal

57 tahun lalu

Kisah Candi Kembar dan Cinta Beda Agama Raja Kerajaan Mataram Kuno

57 tahun lalu

Asal Usul Ki Ageng Pamanahan, Sosok di Balik Lahirnya Trah Raja-Raja Jawa Mataram Islam

57 tahun lalu

Kisah Raja Airlangga Hidup Mengasingkan Diri di Hutan sebelum Memimpin Kerajaan Kahuripan 

57 tahun lalu

Kisah Pangeran Diposono, Kerahkan Perampok hingga Dukun untuk Lawan Belanda 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal