Muskeljudentum, Kisah Doktrin Sepak Bola Israel yang Mengejutkan Eropa

Solichan Arif
Timnas Israel saat memenangi Piala Asia AFC 1964 (foto: wikipedia).

Doktrin Muskeljudentum bertujuan memulihkan kebugaran yang hilang dari badan lembek Yahudi dan mengubahnya menjadi kuat penuh semangat, gesit penuh tenaga.

Max Nordau mengimbau warga Yahudi untuk menanamkan modalnya untuk membangun gymnasium dan lapangan atletik, karena olahraga akan meluruskan jiwa dan raga.

Imbauan itu ditangkap para pemimpin komunitas-komunitas Yahudi di Eropa Tengah. Walhasil, dari 52 medali Olimpiade yang direbut Austria (1896-1936) 18 di antaranya dimenangkan atlet Yahudi.

Pencapaian prestasi tidak hanya pada cabang pertandingan perorangan, yakni terutama anggar dan renang, orang-orang Yahudi atau Israel juga maju pesat dalam sepak bola.

Selama kurun waktu 1910-an dan 1920-an, kesebelasan Hungaria banyak berisi atlet-atlet Yahudi. “Untuk rentang waktu yang singkat, sukses Yahudi di bidang olahraga menyamai prestasi-prestasi intelektual mereka”.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
13 hari lalu

Laga Sepak Bola Antarkampung di Tenjo Bogor Ricuh, Petugas Sempat Kewalahan Melerai

1 bulan lalu

Sepak Bola Tarkam di Purbalingga Ricuh, Wasit Babak Belur Dikeroyok Massa

1 bulan lalu

Laga Piala Soeratin U-15 di Mojokerto Ricuh! Pemain dan Orang Tua Baku Hantam

2 bulan lalu

Buka Turnamen Deras Cup 3, Bupati Landak Soroti Perbaikan Infrastruktur hingga Sportivitas Pemain

6 bulan lalu

Sosok Sertu Muhammad Nur, Prajurit TNI Gugur Diserang Israel di Lebanon, Tinggalkan Bayi 7 Bulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal