Peran Strategis ASDP Jaga Konektivitas Jawa-Bali di Tengah Tekanan Arus Logistik

Kastolani Marzuki
Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Antrean truk dan kendaraan pribadi mengular hingga 5 km. (Foto: iNews)

ASDP Tingkatkan Armada

Menanggapi kondisi tersebut, ASDP melakukan penyesuaian metode operasi dengan cepat. Pada 29 September 2026, sebanyak 27 kapal dioperasikan dalam rute Ketapang-Gilimanuk untuk mempercepat pengurangan antrean di Ketapang.

Armada tersebut mencakup 14 kapal reguler yang beroperasi dari Dermaga MB, sembilan kapal reguler dari Dermaga LCM, dan empat kapal bantuan dari Tanjung Balai (TBB).

Metode perjalanan juga diperkuat menjadi hingga delapan trip, mempertimbangkan situasi antrean serta kapasitas setiap kapal. 

Heru menuturkan, semua kapasitas yang ada akan terus dimaksimalkan tanpa mengabaikan aspek keselamatan. “Kami menyadari bahwa antrean dan waktu tunggu yang terjadi berdampak langsung pada perjalanan masyarakat dan distribusi logistik,” ungkap Heru. 

Kendaraan di penyeberangan Ketapang-Gilimanuk naik 8 persen, tetapi jumlah trip kapal anjlok 21 persen. (Foto: Dok. ASDP)

General Manager ASDP Cabang Ketapang, Media Syahrianto, menjelaskan, penguraian antrean memerlukan pengaturan muatan yang tepat karena masing-masing kendaraan yang dilayani memiliki karakteristik yang berbeda.

“Kami terus berupaya mempercepat dan meningkatkan efektivitas layanan. Namun, setiap kendaraan yang masuk ke dalam kapal harus tetap disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta mengikuti ketentuan keselamatan,” ujar Media.

Pengaturan ini meliputi alur kendaraan, proses pemuatan, jadwal keberangkatan, hingga pembongkaran di pelabuhan tujuan. Penempatan kendaraan ke kapal juga disesuaikan dengan jenis, ukuran, muatan, dan karakteristik kapal.

Masalah kepadatan ini sekaligus menyoroti pentingnya peningkatan infrastruktur. ASDP sebelumnya menyampaikan peningkatan kapasitas Dermaga 2 Gilimanuk merupakan bagian dari investasi jangka panjang untuk memperkuat keandalan layanan antara Jawa dan Bali.

Kapasitas dermaga telah ditingkatkan dari 30 ton menjadi 50 ton. Proses peningkatan kapasitas ini sudah berlangsung sejak 21 Agustus 2026. 

ASDP juga sedang merencanakan pengembangan dermaga dan fasilitas tambahan untuk meningkatkan fleksibilitas operasional, terutama pada saat trafik meningkat atau pada periode puncak mobilitas.

Karena itu, untuk menangani kepadatan, tidak hanya dengan mengerahkan kapal tambahan. Kapasitas dermaga, area penyangga, pola operasi, kondisi cuaca, dan pengaturan kendaraan harus dipadukan secara menyeluruh.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
22 hari lalu

Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Padat, ASDP Ungkap Biang Keroknya

3 bulan lalu

ASDP dan Pelni Dapat Tambahan Modal Rp209 Miliar untuk Lanjutkan Layanan Kapal Perintis

7 bulan lalu

Terbongkar Sindikat Calo Tiket di Pelabuhan Telaga Punggur Batam, 2 Oknum ASDP Tersangka

7 bulan lalu

Mudik Lebaran 2026, KSOP Kerahkan 81 Kapal di Pelabuhan Merak-Bakauheni

10 bulan lalu

ASDP Merak Berikan Diskon 15 Persen Tarif Penyeberangan, Simak Masa Berlakunya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal