Perkelahian Berujung Maut Gegara Tanah Kas Desa, Ayah dan Anak Tewas

Avirista Midaada
Ilustrasi perkelahian. ( Foto : Dok SIndonews)

Ternyata T, S, dan P disebut Hendri sudah mempersiapkan diri sebelum mendatangi lokasi lahan tebu yang tengah dibersihkan oleh M, dan I. Mereka mempersiapkan diri dengan membawa sabit, dan batu untuk menyerang M, dan I.

Menurut Hendri, pertikaian antara dua kubu tersebut sudah terjadi sejak lama. Pertikaian itu berawal pada saat M menjadi Kepala Dusun Sumbergentong. Namun, M terjerat kasus pidana pemerasan saat lima tahun menjabat sebagai kepala dusun.

Karena kasus tersebut, lanjut Hendri, sesuai aturan yang berlaku dilakukan pemilihan kepala dusun baru. T kemudian terpilih untuk menggantikan M, yang tengah diproses secara hukum.

"Setelah proses pidana selesai, muncul permasalahan. Tanah kas desa tersebut, seharusnya dirawat oleh kepala dusun yang menjabat. Namun, pada awal masa jabatan M, sudah ditanami," ujar Hendri.

Saat itu, M, dan T telah bersepakat terkait permasalahan tanah kas desa itu. T sepakat akan membayar Rp6 juta pada tahun pertama, dan Rp2 juta pada tahun kedua, kepada M. Namun, pada tahun ketiga, M dan I masih tidak terima. Keduanya berharap mendapatkan hasil dari tanah itu.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
11 hari lalu

Gempa Terkini Guncang Malang Jatim, Cek Kekuatan Magnitudonya

13 hari lalu

2 Petani di Kendal Duel Maut Pakai Tangan Kosong gegara Asmara, 1 Orang Tewas

14 hari lalu

Gempa Magnitudo 3,3 Guncang Malang Jatim Sore Hari Ini

22 hari lalu

Tinjau Uji Coba MBG Prasmanan, Kapolres Malang Pastikan Makanan Siswa Aman

29 hari lalu

Gempa Guncang Malang Malam Ini, Cek Kekuatan Magnitudonya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal