Rektor: Pelaku Teror Bom Surabaya Di-DO dari Unair

Antara
Pelaku teror bom di tiga gereja di Surabaya, Dita Oeprianto berfoto bersama istri dan keempat anaknya. (Foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id - Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Mohammad Nasih menyatakan, pelaku teror bom di tiga gereja di Surabaya yakni Dita Oeprianto dikeluarkan (DO) dari Unair. Dita dikeluarkan pada tahun pelajaran 1993/1994 karena hasil belajarnya tidak memenuhi standar.

Nasih mengatakan, Dita dengan nomor induk mahasiswa (NIM) 049114141P masuk kuliah pada 1991 sebagai mahasiswa D3 program studi (prodi) manajemen pemasaran, bukan D3 akuntansi yang ramai diinformasikan di media sosial. "Dita di-'DO' Unair karena indeks pretasi komulatifnya (IPK) tidak memenuhi syarat,” kata Nasih saat dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (15/5/2018).

Menurut Nasih, pada semester satu perkuliahan Dita hanya mendapat indeks prestasi (IP) 1,33 karena hanya menyelesaikan tujuh satuan kredit semester (SKS.) Semester dua Dita meraih IP 1,11, dan semester selanjutnya hanya meraih IP nol koma.

"Dari total 110 satuan kredit semester (SKS) yang seharusnya ditempuh, Dita hanya 47 SKS dengan IPK 1,47. Karena tidak memenuhi standar nilai, Dita di-DO dari Unair," ucapnya.

Selain itu, berdasar penelusuran tim akademik Unair, Dita tidak pernah aktif dalam kegiatan organisasi mahasiswa, baik senat mahasiswa, badan eksekutif mahasiwa (BEM) universitas maupun fakultas, hingga unit kegiatan mahasiswa (UKM). "Yang bersangkutan juga bukan jemaah kajian masjid kampus lingkungan Unair," ujarnya.

Dengan latar belakang tersebut, lanjut Nasih, sangat tidak relevan mengaitkan Dita dengan institusi Unair. Karena pihaknya yakin Dita punya guru atau pembimbing yang sangat berpengaruh di luar sana dibanding dosen waktu berkuliah.

Selebihnya, dia meminta semua pimpinan dan civitas akademika Unair tetap bersatu dan tidak memberi peluang tumbuh kembangnya ideologi atau perilaku teror yang tidak beradab. "Kalau ada mahasiswa yang IP-nya jelek, tolong dosen walinya mengecek sebabnya dan memberi pembinaan khusus," katanya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan Maut Truk Tangki dan Motor di Surabaya, 1 Orang Tewas 1 Luka

57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal