Rumah Adat Jawa Timur, Hunian yang Kental dengan Nilai-Nilai Tradisi

Ihya Ulumuddin
Rumah Joglo Jompongan. (Foto: joglolimasan).

5. Rumah Osing 

rumah adat Osing. (foto: travel).

Seperti namanya, rumah osing merupakan rumah adat Jawa Timur milik Suku Osing di wilayah Banyuwangi. Rumah ini memiliki beberapa jenis, yaitu Baresan, Crocogan, dan Tikel Balung. 

Ketiganya dibedakan berdasarkan rab atau jumlah bidang atapnya. Baresan memiliki empat rab, crocogan memiliki 2 rab, dan tikel balung memiliki empat rab.

Tidak ada ritual khusus dalam membangun rumah adat ini. Namun, masyarakat Osing melarang rumah dibangun menghadap gunung dan harus menghadap ke jalan.

Berbeda dengan rumah joglo yang besar, karakter rumah osing cukup sederhana. Sebab, biasanya hanya dihuni keluarga utuh saja. Bagian depan ditempati oleh anak-anak, sementara bagian belakang untuk orang tua. 

6. Rumah Suku Tengger 

rumah suku tengger (foto: pronolinggo).

Rumah adat Jawa Timur ini bisa ditemui di masyarakat Suku Tengger yang mendiami lereng Gunung Bromo. Ciri rumah adat ini sangat sederhana, memiliki atap runcing dan meninggi. 

Rumah adat Tengger memiliki desain bentuk yang di sesuaikan dengan keadaan alam sekitar sehingga mampu beradaptasi dan menjadi hunian yang nyaman untuk tinggal. Ciri utama bentuk rumah adat Tengger tidak bertingkat dan hanya memiliki dua jendela. Sementara di bagian depan terdapai balai untuk bersantai. 

7. Rumah Dhurung Bawean

Rumah dhurung Bawean. (foto: kemendikbud).

Rumah adat Jawa Timur dhurung Bawean bisa dijumpai di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, khususnya di daerah Pudakit, Kecamatan Sangkapura. 

Disebut rumah dhurung karena pada rumah adat Bawean ini terdapat dhurung, yaitu balai kecil berukuran 2x3 meter yang terpisah dengan bangunan rumah utama. Fungsinya dhurung ini untuk menerima tamu yang sifatnya nonformal atau sekadar bersantai dan beristirahat setelah pulang bekerja. 

Selain sebagai tempat istirahat dhurung juga difungsikan sebagai lumbung padi atau hasil panen lainnya yang diletakan pada bagian atasnya. Jika dilihat sekilas, dhurung ini mirip gazebo pada rumah-rumah moderen saat ini.

Bagian rangka dan papan dudukan terbuat dari kayu. Sedangkan atapnya terbuat dari rumbia yang dalam bahasa bawean disebut dheun. Kayu yang digunakan biasanya kayu jati atau kayu lokal yang ada disekitar Bawean. 

Bagian yang cukup menarik dari dhurung ini yakni pada ukiran di beberapa bagian seperti tiang serta adanya jhelepang yaitu semacam jebakan atau penghambat tikus sehingga dapat melindungi lumbung padi.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tangis Bahagia Warnai Kepulangan Jemaah Haji Bojonegoro, Disambut Para Keluarga

57 tahun lalu

Identitas Kerangka Manusia di Bukit Jember, Warga Diduga Depresi usai Cerai dengan Istri

57 tahun lalu

Mayat Terikat Ditemukan dalam Rumah Kosong di Jember, Pelaku Ditangkap Kurang dari 8 Jam

57 tahun lalu

Ngeri! Maling Motor Modus COD di Pasuruan Dihajar Massa hingga Kritis

57 tahun lalu

Kecelakaan di Malang, Motor dan Ambulans Tabrakan di Depan IGD RSSA

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal