Dugaan penganiayaan tersebut, menurut keluarga, juga diperkuat informasi dari rekan seangkatan korban serta foto yang menunjukkan luka lebam pada bagian dagu dan dada. Namun, penyebab pasti kematian Serda Ahmad Muzammil masih menunggu hasil pemeriksaan resmi.
Toni berharap Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), dan Panglima TNI melakukan evaluasi menyeluruh atas kejadian tersebut, terlebih dugaan peristiwa itu disebut terjadi di lingkungan Mabes TNI AU.
"Harapan kami, Pak Presiden Prabowo, Pak KSAU juga Panglima TNI bisa mengevaluasi lebih terkait kejadian ini. Karena kejadiannya di Mabes AU, bukan di luar Jawa," ujarnya.
"Di Mabes AU saja bisa kejadian seperti ini, saya sangat prihatin selaku orang tua kehilangan anak saya," ucapnya.
Diketahui, jenazah Serda Ahmad Muzammil tiba di rumah duka di Desa Jonggrang pada Jumat (11/9/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB menggunakan ambulans TNI AU.
Saat ini suasana duka masih terlihat di rumah korban hingga Jumat siang, dengan sejumlah kerabat dan rekan kerja ayah korban berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.