Sesalkan Pengeroyokan Santri di Ponorogo, La Nyalla: Hanya karena Rp100.000, Nyawa Melayang

Ihya Ulumuddin
Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti saat berkunjung dan berziarah ke Makam Sunan Ampel Surabaya, beberapa waktu yang lalu. (Foto: Istimewa)

La Nyalla mengatakan, pencurian memang tidak dapat dibenarkan. Namun penyelesaian masalah dengan kekerasan bukanlah solusi. Cara ini bahkan menyalahi banyak aturan.

“Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi pengasuh ponpes. Pembinaan yang baik sangat penting untuk menghindari kejadian-kejadian seperti ini,” kata senator asal Jawa Timur ini. 

Menurut LaNyalla, para pelaku mungkin tidak bermaksud membunuh. Namun, perbuatan pelaku tetap harus mendapat ganjaran sesuai hukum yang berlaku.

Hanya saja, mantan Ketua Umum PSSI ini meminta polisi menerapkan peradilan anak bagi pelaku yang masih di bawah umur. Apalagi, tiga dari empat pelaku masih masuk dalam kategori anak.

“Selain itu, penting juga dilakukan pendampingan psikologis bagi para pelaku. Saya yakin pelaku anak mengalami guncangan moral karena tidak menyangka perbuatan mereka sampai menyebabkan sang teman meninggal dunia. Namun, tetap perilaku mereka tidak bisa dibenarkan,” tuturnya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
7 hari lalu

Bentrokan Konvoi Perguruan Silat dan Warga di Sidoarjo, 1 Pemuda Terluka

11 hari lalu

Keributan di Kafe Semarang Libatkan Pengacara Berujung Saling Lapor

15 hari lalu

Terungkap Motif Pengeroyokan Pria di SPBU Barru, Dipicu Persoalan HP dan Asmara

16 hari lalu

Pengeroyokan di SPBU Barru Terekam CCTV, 2 Pemuda Ditangkap Polisi

18 hari lalu

Viral Pengeroyokan di Mojokerto, 2 Anggota Perguruan Silat Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal