"Kini Tari Remo tidak hanya dibawakan oleh penari pria saja, namun juga oleh penari wanita. Sehingga kini muncul jenis Tari Remo Putri," tulis laman resmi Rumah Belajar, Kemdikbud.go.id.
Sejarah kemunculan tari Remo di Jawa Timur sangat erat kaitannya d dengan berkembangnya seni teater rakyat, Ludruk, di wilayah tersebut.
Berdasarkan jurnal berjudul 'Karakteristik Ragam Gerak dan Tata Rias-Busana Tari Ngremo Sebagai Wujud Presentasi Simbolis Sosio Kultural' karya Wahyudiyanto, tari Remo dulunya digunakan sebagai pembuka dalam pertunjukan ludruk. Oleh sebab itu, tari ini kemudian juga dikenal sebagai Tari Ludruk.
Tari Remo diduga muncul sekitar tahun 1920-an di wilayah Jombang-Surabaya. Tarian ini pada awal perkembangannya bersifat religius. Namun dalam perkembangannya, tarian ini bergeser menjadi seni hiburan rakyat yang lebih luwes.
Jika dilacak lebih jauh, asal-usul Tari Ludruk sendiri sebenarnya belum cukup jelas. Namun, kesenian rakyat tersebut muncul pertama kali diduga berasal dari daerah Jombang - Surabaya.