Telantar, Puluhan Siswa SD di Bojonegoro Belajar di Teras Sekolah Tanpa Guru 

Dedi Mahdi
Siswa SDN Sumberejo 3 belajar di teras tanpa guru. (Dedi Mahdi).

Menanggapi masalah itu, Bupati Bojonegoro Anna Muawanah, mengatakan, kebijakan merger sekolah dilakukan untuk menjaga mutu pendidikan. Karena selama ini Pemkab Bojonegoro masih kekurangan tenaga pengajar atau guru. 

"Aturannya, satu sekolah ada sembilan guru. Rasio muridnya juga harus terpenuhi. Persoalannya, di Bojonegoro ini masih kekurangan guru. Masih kurang 4.039 guru," katanya. 

Karena itu, beberapa sekolah terpaksa harus digabung agar mutu pendidikan terjaga. "Di Sumberejo ini ada tiga sekolah dan rasio muridnya masih sangat kurang. Karena itu diputuskan untuk merger," katanya. 

Diketahui, selain di SDN Sumberejo 3, kondisi siswa telantar juga terjadi di SDN Megale 1 di Kecamatan Kedungadem dan SDN Kauman 2 di Kecamata Baurno. Penyebabnya juga sama, sekolah mereka dimerger dan mereka menolak. 

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
8 hari lalu

Motif Siswa SMKN 5 Takalar Tebas Teman di Ruang Kelas, Diduga Dedam akibat Pengeroyokan

23 hari lalu

Kasus Guru Dikeroyok di Balikpapan Naik Penyidikan, 2 Siswa Jadi Tersangka

31 hari lalu

Terungkap! Polisi Gadungan yang Dekati Bu Guru ASN di Jember Ternyata Driver Online

1 bulan lalu

Kisah Hasrianti Guru ASN di Baubau Tetap Mengajar demi Murid meski 6 Tahun Tak Digaji

2 bulan lalu

Hanya Dapat 4 Siswa Baru, SDN 2 Tempel Blora Terancam Diregrouping

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal