Ular yang kian agresif dan berada di dalam kandang burung yang sempit dan kecil, menjadikan warga ketakutan hingga memanggil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Jember.
Koordinator Regu B Pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Jember Aris Setiawan membenarkan, pihaknya menerima informasi adanya ular kobra yang sempat masuk ke sebuah kandang burung milik warga Kelurahan Patrang, Jember.
"Kami berangkat ke TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan lima orang personel dari Mako Regu B Pemkab Jember dan anggota dari Pos Damkar Rambipuji," kata Aris.
Proses evakuasi ular pun berjalan sulit. Sebab posisi ular berada di dalam sangkar burung love bird. Kondisi ini mengharuskan petugas menggunakan pakaian khusus agar tak terkena bisa ular yang mematikan itu. "Kami harus menggunakan APD khususnya kacamata. Karena ular ini agresif dan terus menyemburkan bisa," katanya.
Setelah berjuang 10 menit, ular kobra itu bisa dievakuasi dari kandang burung. Selanjutnya ular kobra itu dibawa petugas untuk selanjutnya diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jember.
Aris menyebut tiga orang warga yang terkena semburan bisa ular kobra tengah dirawat intensif di rumah sakit. Total ada tiga orang yang jadi korban, termasuk sang pemilik rumah dan burung Love Bird.
"Pertama pemilik rumah yang mau nangkap, tapi terkena semburan semburan bisa ular. Kemudian minta tolong warga lain ada dua orang. Juga terkena bisa ular. Ketiga korban terluka pada bagian mata dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan," katanya.