MOJOKERTO, iNews.id - Sungai Brantas di Desa Kweden Kembar, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mengering saat musim kemarau. Warga memanfaatkan kondisi tersebut dengan membangun jalan pintas menuju Sidoarjo yang kini ramai dilalui pekerja dan pelajar.
Jalan alternatif itu membelah dasar sungai dengan menghubungkan tanggul di wilayah Mojokerto dan Sidoarjo. Warga membuat jalan setapak selebar sekitar dua meter, sedangkan bagian sungai yang masih dialiri air dilintasi menggunakan jembatan sederhana dari bambu.
Keberadaan jalan pintas ini memudahkan warga yang setiap hari bepergian antara Mojokerto dan Sidoarjo. Mereka tidak perlu memutar melewati Jembatan Rolak Songo dan Jembatan Turi yang dikabarkan akan dibongkar untuk dibangun kembali.
Randi, salah seorang pekerja yang melintasi jalur tersebut, mengaku perjalanan menjadi lebih singkat dengan adanya akses alternatif itu. "Kalau kerjanya ke Sidoarjo lewat sini, kalau lewat Turi memutar lebih jauh. Selisihnya lebih cepat," ucap Randi.
Selain menjadi jalur penghubung, dasar Sungai Brantas yang mengering juga menarik perhatian warga untuk bersantai pada sore hari. Sejumlah warga datang untuk menikmati suasana sungai, sementara anak-anak terlihat mandi di bagian aliran air yang menyusut.