Menurut keterangan pemerintah desa, pemilik rumah tinggal seorang diri dan diduga mengalami gangguan jiwa. Dia disebut kerap menuangkan pikirannya melalui tulisan di dinding dan kain.
Meski demikian, berdasarkan keterangan tersebut, pemilik rumah tidak pernah melakukan tindakan brutal atau menyerang warga.
Sebelumnya, warga sekitar juga pernah menurunkan kain bermotif bendera Israel itu saat kegiatan kerja bakti. Namun, pemilik rumah kembali memasangnya.
Pemerintah Desa Made berharap pendekatan persuasif dapat menjaga situasi tetap kondusif serta mempertahankan ketenteraman warga.