Pembeli itu kemudian memberikan uang pecahan Rp50.000 dan Rp5.000. Namun, setelah diperiksa, uang yang diberikan ternyata merupakan uang mainan.
Warga mengetahui kejadian tersebut setelah melihat uang yang masih digenggam sang nenek. Ketika ditanya, nenek tersebut mengaku uang itu diberikan oleh pembeli dagangannya.
Kabar nenek penjual telur asin menjadi korban pembayaran dengan uang mainan itu kemudian menyebar di media sosial. Sejumlah pengguna jalan yang mengetahui kejadian tersebut bahkan berhenti untuk melihat kondisi sang nenek.
Mereka merasa prihatin karena perempuan lanjut usia tersebut masih harus berjualan setiap hari untuk mendapatkan penghasilan. Di tengah keterbatasannya, sang nenek tetap berusaha mencari nafkah dengan menjajakan telur asin dan rambak.
Melis, pedagang es kekinian yang berjualan tidak jauh dari lokasi, membenarkan kejadian tersebut.