Cerita Buaya Kuning yang Melindungi Suku Dayak Tanjung dari Serangan Penjajah

Tsabita
Rumah adat (rumah panjang) masyarakat Dayak yang bisa dijumpai sepanjang perjalanan darat dari Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu hingga menuju PLBN Badau. (Foto: Koran SINDO/Hendri Irawan)

"Warga menamakan tempat ini sebagai Batu Berhala yang kemudian dijadikan simbol untuk memohon sesuatu. Buaya ini diyakini sebagai makhluk gaib penunggu desa," katanya.

"Kalau mau membangun usaha, penduduk desa ke sini dengan membawa sesuatu seperti makanan kemudian memohon sesuatu. Permohonan harus disertai dengan nazar, jika berhasil, harus kembali memberikan sesuatu," ujarnya.

Namun Batu Berhala ini sudah jarang dilirik masyarakat di zaman sekrang, karena adanya keyakinan agama yang dipercayai. Beberapa yang masih berkunjung hanya orang-orang tua saja.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
12 hari lalu

Kebakaran Tenggarong Tewaskan Ayah dan 2 Anak, Bupati Kukar Turun ke Lokasi

15 hari lalu

Kronologi Bocah Tewas Jatuh dari Lantai 5 Hotel di Samarinda, Orang Tua Sedang Sarapan

15 hari lalu

Bocah 3 Tahun Tewas Diduga Jatuh dari Lantai 5 Hotel di Samarinda, Orang Tua Histeris

24 hari lalu

Guru Perempuan Tewas Diduga Jatuh di Apartemen Borneo Bay Balikpapan, Polisi Selidiki CCTV

1 bulan lalu

Kebakaran Lahan Dekat Perumahan di Balikpapan, Diduga gegara Puntung Rokok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal