Langkah serupa diterapkan di tempat Sai di mana jemaah akan menggunakan semua lantai untuk menghindari persinggungan satu sama lain. Di area-area tersebut juga dipasang trek yang dipagari.
Sebelum dan sesudah kelompok jemaah datang untuk Tawaf dan Sai, tim kebersihan akan mensterilkan lokasi.
Selain itu karpet-karpet di Masjidil Haram tak akan digunakan. Jemaah diminta menggunakan alas sendiri untuk beribadah dan dilarang makan di area Masjidil Haram.
Penggunaan transportasi dari tempat jemaah menginap menuju lokasi harus menjaga jarak satu sama lain, baik menggunakan tanda maupun menerjunkan petugas di titik-titik keberangkatan dan tiba.
Saat ibadah di Arafah dan Muzdalifah, jemaah harus mematuhi jarak sosial setidaknya 1,5 meter setiap saat. Penyelenggara harus memastikan bahwa dalam area 50 meter persegi tidak boleh ada lebih dari 10 jemaah.
Demikian halnya ketika mereka menuju Jamarat untuk melempar jumrah. Setiap kelompok tidak boleh lebih dari 50 jemaah. Batu kerikil yang mereka gunakan juga harus dididesinfeksi telebih dulu.