Kampanye Anti-Rokok di Sungai Martapura Diikuti Wisatawan Asing

Deny M Yunus
Sejumlah turis asing mengikuti kegiatan kampanye anti rokok yang digelar Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (19/1/2018). (Foto: iNews/Deny M Yunus)

BANJARMASIN, iNews.id - Banyak cara dilakukan untuk menyadarkan masyarakat dari bahaya rokok. Salah satunya dengan melaksanakan kampanye kreatif anti-rokok, seperti kampanye yang digelar Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Jumat (19/1/2018) sore tadi. Kampanye ini melibatkan para pedagang pasar terapung di Sungai Martapura, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Selain diikuti pedagang, kampanye kreatif ini juga melibatkan puluhan wisatawan asing asal Australia.

Para perempuan pedagang pasar terapung di Sungai Martapura, Banjarmasin, terlihat bersemangat mengayuh Jukung atau perahu tanpa mesin. Berbagai formasi susunan jukung ditampilkan para pedagang pasar terapung ini. Salah satunya berbentuk bunga teratai yang ditampilkan dengan sangat apik.

Di antara jukung pedagang pasar terapung, tampak pula susunan kelotok atau perahu bermesin yang mengangkut puluhan orang yang mengusung berbagai tulisan kampanye anti rokok. Termasuk para wisatawan asing dari australia yang terlibat di kampanye dengan slogan berbahasa banjar “kada handak rokok” atau “tidak ingin rokok” ini.

Formasi susunan jukung ditampilkan para pedagang pasar terapung dalam kampanye kreatif anti-rokok yang digelar di Sungai Martapura, Banjarmasin. (Foto: iNews/Deny M Yunus)


Para wisatawan asing ini, merupakan mahasiswa dan dosen University Of Technology Sydney (UTS), Australia yang mengikuti program beasiswa selama dua pekan ke negara-negara di Asia. Salah satunya, Alexandra Cosbie, dosen UTS yang fasih berbahasa indonesia. Dia mengaku senang terlibat dalam kampanye kreatif anti rokok ini.

“Ya walaupun ada hujan tapi saya senang sekali karena idenya banyak sekali. Kampanye ini bagus sekali apalagi dengan bahasa local ditambah bahasa visual yang sangat global. Jadi pesannya bisa langsung tersampaikan,” ucapnya.

Kendati diguyur hujan, parade jukung pedagang pasar terapung ini, memukau masyarakat yang menyaksikan dari menara pandang di tepi sungai itu. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye anti-rokok yang digelar Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan.

Kepala dinas kesehatan kalsel, muhammad muslim mengatakan, kampanye anti rokok ini dikemas bersama promosi wisata sungai di Banjarmasin, sebagai salah satu wisata andalan di Kalimantan Selatan. Kampanyenya ini, menurutnya, adalah bentuk perlawanan terhadap maraknya iklan rokok yang kini banyak beredar.

“Ini merupakan pesan juga terkait dengan budaya kita. Sekaligus promosi pariwisata tentang potensi wisata sungai yang ada di Banjarmasin. Dengan ini disampaikan lewat berbagai media, setidaknya orang akan berminat datang ke Banjarmasin,” katanya. 

Saat ini, dari total penduduk Kalimantan Selatan, sebanyak 10 persennya terdata sebagai perokok aktif. Melalui berbagai kampanye dalam program gerakan masyarakat hidup sehat atau germas ini, diharapkan jumlah perokok aktif berkurang. Sekaligus menumbuhkan kesadaran bahaya dari rokok, khususnya kepada generasi muda.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
10 hari lalu

Ramai Kabar 522 Pelajar Terpapar HIV/AIDS, Ini Penjelasan Dinkes Sidoarjo

11 hari lalu

52 Warga Tanggamus Diduga Keracunan Bubur Sumsum, Posko Kesehatan Darurat Dibuka

20 hari lalu

Partai Perindo Siap Bantu Pemerintah Cegah Karhutla demi Jaga Aktivitas Ekonomi Kalsel

25 hari lalu

Ribuan Ikan Nila dan Bawal Mati Mendadak di Banjar Kalsel, Ada Apa?

1 bulan lalu

Kebakaran di Banjar Kalsel, 5 Rumah Warga Hangus Dilalap Api

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal