Kendati demikian, Nico juga menegaskan jika anggota di lapangan tak boleh patah semangat. Karena memberikan penyadaran kepada masyarakat adalah tujuan utama dalam tugas Polri mendukung kebijakan pemerintah memutus penyebaran virus corona.
Nico yang menjabat Kapolda Kalsel ini mengapresiasi kinerja Ditlantas dengan sejumlah inovasi dan terobosannya dalam hal pelayanan. Apalagi telah terbangun zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan selanjutnya menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
"Jadilah Polantas yang dicintai masyarakat. Selalu utamakan senyum sapa dan salam dalam pelayanan. Jika pun ada penegakan hukum, tetaplah humanis dan laksanakan sesuai aturan," katanya.
Sementara itu Direktur Lalu Lintas Polda Kalsel Kombes Pol Andi Azis Nizar mengatakan pihaknya menyalurkan bantuan untuk 615 orang terdiri dari sopir angkutan umum, sopir bus, sopir truk, pengemudi ojek pangkalan dan sebagainya. Setiap orang menerima Rp600 ribu perbulan dan akan berlanjut hingga 3 bulan kedepan.
Bantuan tersebut berasal dari anggaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polri yang dikelola Korlantas. "Saat ini kami fokus pencegahan mudik dalam Operasi Ketupat Intan. Jadi titik perbatasan provinsi dijaga agar tak sembarang pengendara bisa keluar masuk Kalsel," katanya.