Kekacauan PPDB SMK di Kalsel akibat Perbedaan Aplikasi dan Sistem Sekolah

Antara
ilustrasi/sindonews.com

"Kalau dilanjutkan, siswa sudah terlanjur mendaftar dan diterima, ternyata tidak ada gurunya bagaimana," kata Samsuri di Banjarmasin, Kamis (2/7/2020).

Sehingga, kata dia, mau tidak mau pendaftaran dihentikan dan dihapus sehingga secara otomatis, aplikasi terestart kembali. Akibatnya, data siswa yang sudah mendaftar ikut terhapus.

Namun demikian, kata Samsuri pada pelaksanaan PPDB kedua, seluruh kekacauan tersebut sudah bisa teratasi dan pelaksanaan PPDB berjalan dengan baik.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan PPDB SMK dilaksanakan selama tiga hari, yaitu pada 29 hingga 1 Juli 2020.

Pada PPDB kali ini, sebanyak 55 persen jatah untuk jalur afirmasi, 40 persen jalur reguler dan perpindahan 5 persen.

Pelaksanaan PPDB selain dilaksanakan secara daring, namun sejumlah sekolah masih ada yang menyediakan pelayanan pendaftaran langsung dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi calon siswa yang mengalami kesulitan mendaftar secara daring.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
13 hari lalu

Kecewa Anak Tak Lolos Zonasi, Warga Blokade Akses SMAN 1 Labuhan Ratu Lampung

22 hari lalu

Ribuan Ikan Nila dan Bawal Mati Mendadak di Banjar Kalsel, Ada Apa?

30 hari lalu

Kebakaran di Banjar Kalsel, 5 Rumah Warga Hangus Dilalap Api

1 bulan lalu

Tersinggung! Pria di Banjar Kalsel Tebas Leher Wanita hingga Hampir Putus

1 bulan lalu

Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Zero ODOL 2027 di Kalsel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal