BNPB Sebut Banjir di Kapuas Hulu dan Katingan Tren Pengulangan Tahunan

Antara
Plt.Kapusdatin BNPB, Abdul Muhari menyampaikan disaster briefing. (Foto: BNPB TV).

Dari hasil overlay dengan peta bahaya banjir, Abdul mengatakan seharusnya daerah tangkapan air dapat dipulihkan dan dihijaukan, agar dapat menyerap air dan meminimalisasi potensi bahaya banjir.

Muhari menambahkan, untuk Kabupaten Katingan agar tidak terjadi pengulangan kejadian banjir saat menghadapi musim hujan 2022 yang diprediksi mulai pada September-Oktober.

Untuk itu diperlukan upaya mengoptimalkan saluran-saluran air, baik saluran primer, sekunder, dan tersier.

"Kalau ada tanggul-tanggul yang kurang kuat yang akan memungkinkan limpasan air, segera kita perkuat. Jangan ada sampah di saluran air dan daerah-daerah sepanjang aliran sungai harus kita pulihkan," katanya.

Banjir di Katingan menyebabkan 733 KK terdampak, dan 409 rumah terdampak.

Kendati Kalimantan Tengah proporsi kejadian bencana lebih banyak oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Abdul berpesan agar seluruh pihak tetap waspada, karena nantinya akan memasuki musim penghujan.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
11 hari lalu

200 Personel Brimob NTB Dikerahkan Tangani Karhutla di 5 Wilayah Kalimantan

14 hari lalu

Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Terdeteksi di Langit Banten, Kualitas Udara Terdampak?

14 hari lalu

BNPB Ungkap Penyebab Bara Api dari Bawah Tanah di Palangka Raya

31 hari lalu

Kekeringan Landa 3 Daerah di Jateng, Lebih dari 20.000 KK Kekurangan Air Bersih

1 bulan lalu

Dahsyatnya Banjir Bandang Solok, 100 Rumah Terdampak hingga Jembatan Putus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal