Dalam jangka pendek, pemerintah berupaya memastikan aktivitas sehari-hari warga terdampak tetap berjalan. Adapun penataan dan pembangunan kembali kawasan yang terbakar akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan serta kewenangan pemerintah daerah.
Selain pemulihan, Aulia menekankan pentingnya mitigasi karena kebakaran berulang dapat mengancam keselamatan warga. Pemkab Kukar berencana bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) untuk menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran melalui masjid dan langgar setiap waktu salat.
Imbauan tersebut akan mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat menggunakan kompor dan peralatan listrik yang berpotensi memicu kebakaran.
"Ketika musibah belum terjadi, sering kali kita ceroboh terkait hal-hal seperti ini. Tugas kita sekarang adalah bagaimana saling mengingatkan satu sama lain," ujarnya.
Bupati Kukar juga meminta kegiatan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di setiap rukun tetangga (RT) diaktifkan kembali. Langkah ini diharapkan meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan warga terhadap potensi bahaya di lingkungan masing-masing.
"Yang kita inginkan sekarang adalah bagaimana kita bisa melakukan mitigasi sehingga kebakaran tidak terjadi," katanya.