SAMARINDA, iNews.id – Ribuan mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Kota Samarinda, Kamis (22/10/2026).
Massa aksi merangsek masuk ke halaman utama setelah membuka pagar kantor secara paksa.
Situasi sempat memanas di depan pintu masuk utama gedung. Barisan aparat kepolisian yang bersiaga penuh dengan dilengkapi tameng pengaman langsung mengadang laju demonstran.
Aksi dorong-dorongan pun tak terelakkan saat massa berusaha masuk ke dalam gedung untuk menemui pimpinan daerah. Di tengah ketegangan yang memuncak, Gubernur Kalimantan Timur Rudi Mas’ud akhirnya keluar menemui massa.
Dalam unjuk rasa tersebut, terdapat dua tuntutan utama yang disuarakan oleh para mahasiswa.
Pertama, massa mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong pemerintah pusat menetapkan status Bencana Nasional atas musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dinilai semakin meluas dan memprihatinkan di wilayah Kalimantan.
Kedua, demonstran menuntut pencopotan ajudan Gubernur Rudi Mas’ud untuk dikembalikan ke barak Brimob Polda Kalimantan Utara (Kaltara).
Tuntutan ini dipicu oleh dugaan tindakan intimidasi terhadap mahasiswa yang sempat viral dan menjadi sorotan publik.
"Kami minta Pemprov Kaltim tegas menyikapi darurat karhutla dan menindak oknum pengawal yang melakukan intimidasi," seru salah seorang orator aksi di lokasi, Kamis (22/10/2026).