Cerita Rakyat di Lampung, Si Pahit Lidah yang Terkenal dan Melegenda

Cindy Febri Yanti
Ilustrasi cerita rakyat Si Pahit Lidah dari Lampung (Pixabay)

Karena sifat angkuh dan juga kesaktiannya pada ucapan nya yang menjadi kenyataan, Seruntung dijuluki Si Pahit Lidah.

Singkat cerita, Serunting menyadari apa kesalahan dan perbuatan buruknya kepada orang lain sehingga merugikan dan menakutkan untuk banyak orang.

Lambat laun, Serunting segera memperbaiki segala kesalahannya dengan berbuat baik kepada sesama. Seperti saat dalam perjalanan, dia mengubah Bukit Serut menjadi hutan kayu. Dalam sekejap bukit itu berubah menjadi hutan kayu hingga masyarakat setempat berterima kasih kepadanya karena bukit itu telah menjadi hutan kayu yang akan menghasilkan hasil kayu yang berlimpah dan dijual di pasar untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Hal baik yang ia lakukan tidak berhenti disitu. Kekuatannya telah membawa berkah lain bagi pasangan kakek dan nenek.

Saat dia tiba di Desa Karang Agung. Serunting melihat kakek dan nenek tua yang sangat ingin memiliki anak. Melihat nenek dan kakek itu yang sangat baik hati, Serunting iba dan menyanggupi keinginan kakek dan nenek tua itu dengan mengubah sehelai rambut menjadi seorang anak bayi yang lucu.

Nenek dan kakek itu bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Serunting dan berterimakasih banyak dengan Serunting.
 
Melihat itu, Serunting bahagia bisa membantu orang lain. Di sisa perjalanannya, Serunting belajar untuk terus membantu dan berusaha menolong orang yang kesulitan.

Namun, meskipun kalimat yang keluar dari mulutnya adalah kalimat baik dan untuk membantu orang yang membutuhkan, tetap saja orang-orang masih menjulukinya dengan nama Si Pahit Lidah.

Cerita rakyat di lampung mengenai si pahit lidah mengajarkan kita bahwa setiap ilmu dan kemampuan yang kita miliki seharusnya digunakan pada konteksnya yaitu, berbuat baik dan membantu sesama. Hal ini tidak membuat kita rugi, justru membawa keberkahan untuk diri sendiri dan orang lain.

Kisah si pahit lidah juga mengajarkan kita untuk berhati-hati dalam ucapan agar tidak menyakiti orang lain. Ucapan yang kita lontarkan terkadang dapat menjadi boomerang untuk diri sendiri.

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
3 hari lalu

Gerombolan Bermotor Berulah di Metro Terekam CCTV, Pukuli Pengendara

10 hari lalu

Viral Ibu Hamil Melahirkan dalam Mobil gegara Jalan Rusak, Gubernur Lampung Minta Maaf

18 hari lalu

Sosok M Zulfikar Drakel, Dokter Koas FKUI Ditemukan Meninggal di Metro Lampung

18 hari lalu

Identitas Dokter Koas Meninggal di Penginapan Metro Lampung, Alumni FKUI asal Kalteng

18 hari lalu

52 Warga Tanggamus Diduga Keracunan Bubur Sumsum, Posko Kesehatan Darurat Dibuka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal