Sementara itu, penemuan mayat bermula ketika kerabat mereka merasa curiga karena ketiganya tidak kunjung keluar dari rumah. Kerabat tersebut kemudian mengecek kondisi rumah dan mendapati ketiganya telah terkapar.
Kepala Desa Purwajaya Juanda mengatakan, kerabat korban menjadi orang pertama yang mengetahui kejadian tersebut.
"Yang pertama kali tahu keponakannya karena curiga korban tidak keluar rumah. Saat dicek, ketiganya sudah terkapar," ujarnya, Senin (5/10/2026).
Juanda memastikan ketiga korban merupakan satu keluarga yang tinggal di rumah tersebut.
"Korban ada tiga orang, satu keluarga," katanya.
Ketiga korban ditemukan dengan sejumlah luka pada tubuh. Polisi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah TKP untuk mencari petunjuk terkait peristiwa tersebut.
Jenazah Rachmat, Hasanah, dan Sela kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses penyidikan.
Hingga kini, polisi masih memburu terduga pelaku yang identitasnya telah diketahui. Selain mengejar pelaku, penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti untuk mengungkap secara utuh kasus tewasnya satu keluarga tersebut.