Sebanyak 10 personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Maluku diterjunkan untuk menangani kedua UXO tersebut. Proses pendisposalan dilakukan pada Sabtu (19/9/2026) dan berlangsung aman tanpa korban maupun gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Karoops Polda Maluku Kombes Pol Monang Marudu Zonir Simanjuntak mengatakan penanganan kedua UXO tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan keselamatan kawasan pembangunan strategis nasional.
“Polri memastikan setiap potensi ancaman terhadap keselamatan dapat dideteksi dan ditangani secara cepat, tepat dan profesional. Termasuk temuan UXO di kawasan Blok Masela ini, yang harus ditangani secara khusus agar tidak membahayakan pekerja, masyarakat maupun aktivitas pembangunan,” ujar Kombes Monang dikutip dari laman Polri, Senin (21/9/2026).
Sementara itu, Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Tedy Purnanto menjelaskan, kedua UXO ditemukan melalui survei menggunakan peralatan deteksi khusus. Setelah terdeteksi, petugas langsung mengamankan lokasi dan memastikan area tetap steril hingga tim Jibom melakukan penanganan.
“Kedua UXO ditemukan melalui survei secara sistematis menggunakan mine detector. Setelah terdeteksi, tim langsung melakukan pengamanan perimeter dan memastikan lokasi tetap steril sampai personel Jibom melaksanakan pendisposalan,” ucap Kombes Tedy.
Survei UXO dilakukan untuk mendeteksi, memetakan, dan memitigasi kemungkinan adanya bom atau amunisi sisa Perang Dunia II di area darat kawasan Blok Masela. Kegiatan tersebut dilakukan di area rencana pembangunan pagar perimeter fasilitas OLNG INPEX Masela.
Setelah proses pendisposalan selesai, kedua UXO aktif tersebut dinyatakan berhasil ditangani. Kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga sebagai bom atau amunisi peninggalan perang dan segera melaporkannya kepada aparat.