"Seiring dengan potensi bahaya di kawasan sesar, evakuasi mandiri dan cara selamat menghadapi gempa perlu dilatihkan dalam upaya kesiapsiagaan terhadap gempa dan tsunami,” ujarnya, Sabtu (5/10/2019).
Sementara itu, data Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Gempa Provinsi Maluku per 4 Oktober 2019, pukul 18.00 WIT, tercatat korban meninggal 37 orang, luka berat 36, luka ringan 1.231 dan mengungsi 111.490.
Jumlah pengungsian terbanyak teridentifikasi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dengan 65.694 orang, Seram Bagian Barat (SBB) 42.856 dan Kota Ambon 2.940. Data korban meninggal di Kabupaten Malteng 15, SBB 11 dan Ambon 11.
Gempa tidak hanya mengakibatkan korban jiwa tetapi kerusakan infrastruktur. Pada sektor pemukiman, total rumah rusak berat sejumlah 1.911 unit, rusak sedang 1.802 dan rusak ringan 3.486.
Posko di wilayah terdampak melakukan upaya diberbagai sektor, seperti kesehatan personel memberi bantuan makanan khusus bagi balita (PMT) dan mengidentifikasi makanan tambahan yang dibutuhkan selama di pengungsian. Di samping itu, posko mengoordinir pendistribusian logistik kepada warga terdampak.