Cerita Ibu Muda di Maluku, Harus Berpisah dengan Bayi karena Positif SARS-CoV-2

Insany Syahbarwaty
Ilustrasi bayi tengah dirawat. (Foto: Istimewa)

"Suami saya harus memakai APD lengkap saat menjenguknya," kata AA.

Hari ke-14, bayi AA akhirnya diperbolehkan pulang. Kondisi bayi sangat memprihatinkan karena kedua kakinya terluka. Itu dikarenakan bayi terus berada di dalam inkubator yang ukurannya lebih kecil dari tubuhnya yang panjang. Selain itu berat badannya turun jadi 2,9 kg.

"Perawat hanya tiga orang, sementara bayi yang dirawat ada 12 yang noncovid. Ditambah satu bayi saya yang pasien Covid-19. Ditambah lagi APD yang minim, bayi saya tidak sepenuhnya bisa tertangani,’’ kata AA.

Meski demikian, AA tidak menyalahkan para perawat. Menurutnya, mereka sudah berupaya maksimal.

Setelah bayi AZA pulang, selama 14 hari AA belum dibolehkan menyusui. Dia hanya memberikan susu formula. Selain itu, kaki bayi yang luka juga dirawat hingga sembuh.

Menurut AA, bayinya sempat ditahan oleh gugus tugas untuk menjalani tes swab lagi. Tapi dr Robby yang membantu persalinan membantu meyakinkan pihak gugus tugas untuk membawa pulang bayinya setelah swab negatif.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
8 hari lalu

Gempa Hari Ini M5,1 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berpotensi Tsunami

3 bulan lalu

Gempa Terkini M 5,0 Guncang Tanimbar Maluku, Tidak Berpotensi Tsunami

3 bulan lalu

Dugaan Malapraktik, Keluarga Lapor Polisi usai Bayi Patah Tulang di RSUD Sumba Timur

3 bulan lalu

Diduga Malapraktik, Bayi Patah Tulang usai Operasi Sesar di RSUD Sumba Timur NTT

3 bulan lalu

Polisi Gagalkan Penyelundupan 38 Satwa Dilindungi di Probolinggo, ABK Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal