Selain itu, Kapal Sabuk Nusantara 103 yang dijadwalkan melayari perairan Ambon, Tual, Molu, Larat, Elat dan seterusnya juga ditunda.
Sementara kapal Sabuk Nusantara 106 dijadwalkan melayari perairan Ambon, Banda, Geser, Gorom, Pulau Kur dan seterusnya juga ditunda.
Dia mengungkapkan, untuk kapal perintis, yakni Sabuk Nusantara hingga kini belum dapat dipastikan kapan akan kembali beroperasi. "Hingga kini belum dapat dipastikan sampai kapan penundaan pelayaran itu, tergantung nakhodanya, juga melihat kondisi cuaca yang ada," katanya.
Kapal Sabuk Nusantara, lanjut dia berukuran lebih kecil dibanding yang lainnya dan akan berbahaya apabila dipaksakan untuk melaut dalam kondisi gelombang tinggi seperti saat ini.
Para calon penumpang yang ingin menggunakan kapal tersebut diharapkan tidak berlayar terlebih dahulu sampai dikeluarkan pengumuman selanjutnya.
Penundaan pelayaran kapal dinilai demi keselamatan penumpang saat berlayar menuju rute yang telah ditentukan. "Kami mengutamakan keselamatan pelayaran dalam pelayanan kepada masyarakat," katanya.