Pascagempa 7 SR, BMKG Deteksi 99 Gempa Susulan di Ternate Maluku Utara

Antara
Donald Karouw
Ilustrasi gempa bumi. (Foto: Okezone)

Kestabilan artinya kondisi intensitas gempa di seputaran episenter gempa utama berangsur berkurang seiring waktu dan pelepasan energi. Ini karena deformasi batuan di sekitar lokasi episenternya makin stabil.


Diketahui, gempa bumi tektonik dengan magnitudo 7,1 mengguncang wilayah laut di antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Minggu (7/7/2019) pukul 22.08 WIB. Pusat gempa berada di dasar laut di kedalaman 49 kilometer (km), tepatnya di koordinat 0,53 Lintang Utara (LU) dan 126,18 Bujur Timur (BT), sekitar 133 kilometer arah barat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono mengatakan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat deformasi kerak bumi pada Lempeng Laut Maluku. Gempa ini memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akibat adanya tekanan atau kompresi lempeng mikro Halmahera ke arah barat, dan tekanan lempeng mikro Sangihe ke arah timur.

“Akibatnya, lempeng laut Maluku terjepit hingga membentuk double subduction ke bawah Halmahera dan ke bawah Sangihe,” ujarnya.

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 3,4 Guncang Jembrana Bali, Berpusat di Laut

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,6 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Tak Berpotensi Tsunami

57 tahun lalu

Gempa Hari ini Guncang Kepulauan Mentawai Sumbar, Cek Magnitudonya!

57 tahun lalu

Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,8 Guncang Nias Utara, Warga Rasakan Getaran Kuat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal