Demi Kedaulatan, Filipina Siap Berkonfrontasi dengan China

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Foto: Reuters

China mengklaim hampir seluruh kawasan LCS, yang dilewati perdagangan kapal senilai sekitar 3 triliun dolar AS (Rp43.328 triliun) setiap tahun. Padahal, putusan pengadilan arbitrase di Den Haag, Belanda, pada 2016 menyatakan bahwa klaim Beijing itu tidak sesuai dengan hukum internasional.

Secara terpisah, Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana mengatakan, kapal-kapal penjaga pantai dan perikanan Filipina akan terus berpatroli di wilayah perairan yang disengketakan. “Pemerintah (Filipina) tidak akan goyah pada posisinya,” ujarnya, dikutip Reuters.

Filipina, lanjut Lorenzana, bisa bersikap ramah dan kooperatif dengan negara mana pun. “Tetapi bukan berarti dengan mengorbankan kedaulatan dan hak berdaulat kami,” tuturnya.

Editor : Erwin C Sihombing
Artikel Terkait
4 tahun lalu

Aksi Polres Bintan Kibarkan Bendera Merah Putih di Pulau Sentut Wilayah Terdepan Indonesia

4 tahun lalu

Fenomena Embun Upas di Dataran Tinggi Dieng, Ini Penjelasan BMKG

4 tahun lalu

6 KRI Patroli Rutin di Perairan Natuna, KSAL Jamin Situasi Aman

5 tahun lalu

KSAL Temui Panglima TNI, Bahas Kerawanan Laut China Selatan dan Pemindahan Koarmada 1

5 tahun lalu

IKN Dekat dengan Laut Cina Selatan, KSAL Pastikan Jaga Keamanan Wilayah Perairan Sekitarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal