Menjelang masuk waktu magrib, Rahman sempat menunggu pemilik motor. Karena sudah sepi, dia lalu membawa motor itu ke Bayan, namun terlebih dahulun menaruh pengumuman berikut nomor HP-nya kalau saja ada orang yang merasa kehilangan motor.
Pengumuman itu dia taruh pada batang kayu yang ada di lokasi. Namun hingga Senin (18/4/2022) tidak ada yang menghubunginya sehingga dia membuka jok motor dan menemukan fotocopi KTP milik korban.
Selanjutnya dia pergi ke rumah korban sesuai alamat KTP tersebut. Rahman terkejut mengetahui ternyata pemilik motor sudah meninggal. Terlebih suami korban tidak mau menerima motor tersebut saat dikembalikan.
"Akhirnya motor itu diserahkan kepada kami di Polres Lombok Utara," kata Sukadana, Selasa (19/4/2022).
Terkait hal itu, pihaknya menduga jika korban terjatuh dari atas tebing tersebut. Kendati demikian, polisi tetap mengacu pada hasil autopsi terhadap jenazah korban. Keluarga juga sudah memakamkan jenazah dokter Rika.
"Hasil autopsi jenazah Dokter Rika keluar 2 minggu lagi. Kami sudah meminta agar hasil autopsi bisa dipercepat untuk mengungkap kasus ini," katanya.