Beruntung tidak ada korban jiwa akibat ledakan ini, tetapi satu dari empat anak buah kapal (ABK) menderita luka bakar. Korban berhasil diselamatkan dan sementara ditangani pihak medis.
"Satu orang ABK mengalami luka bakar 20 persen. Korban diselamatkan dan dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan medis," kata Risdiyanto.
"Dilakukan penyisiran dan pencarian apabila ada korban tambahan, ditemukan nihil. Menurunkan tim Jihandak dan indentifikasi Polri, tidak ditemukan bahan peledak," ucapnya lagi.
Menurutnya ledakan ini terjadi saat kapal sedang berlabuh dengan mesin dan genset dalam keadaan mati. Diduga, ledakan bersumber dari api rokok.
"Dugaan awal penyebab adalah akumulasi uap mudah terbakar yang kemungkinan dipicu oleh rokok," ucapnya.