Tradisi Bau Nyale Suku Sasak di Lombok Tengah, Dipercaya Jelmaan Putri Mandalika

Antara
Warga Suku Sasak, Lombok tengah, NTB melakukan tradisi Bau Nyale atau menangkap cacing laut sejak subuh hingga siang. (Foto: Antara)

Seluruh undangan berduyun-duyun menuju lokasi. Putri Mandalika yang dikawal ketat prajurit kerajaan muncul di lokasi. Kemudian dia berhenti dan berdiri pada sebuah batu di pinggir pantai. Tak lama, ia pun terjun ke dalam air laut dan menghilang tanpa jejak.

"Seluruh undangan sibuk mencari, namun mereka hanya menemukan kumpulan cacing laut yang kemudian mereka percayai sebagai jelmaan Putri Mandalika," katanya.

Bagi sebagian orang nyale bukanlah sekadar cacing laut. Nyale merupakan hidangan yang istimewa bagi warga Lombok. Hasil tangkapan nyale itu acap mereka jadikan pepes nyale yang dibakar dengan daun pisang.

Pepes nyale seukuran 250 gram ini pun kerap dijual di tepi jalan Lombok seharga Rp35 ribu-Rp50 ribu dan tak pernah sepi peminat.

"Nyale juga bisa dijadikan sambal pedas berbahan nyale mentah. Agar mengusir amis si cacing laut, sambal pedas ini ditabur perasan jeruk purut dan daun kemangi," kata Lendek.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
23 hari lalu

352 Siswa di Lombok Tengah Keracunan Usai Santap MBG

1 bulan lalu

Update Kebakaran di Kampung Sasak Lombok, 150 Rumah Hangus, 700 KK Mengungsi

1 bulan lalu

Ratusan Rumah di Desa Adat Sade Lombok Tengah Terbakar, Kerugian Miliaran Rupiah

3 bulan lalu

LPA Mataram Buka Suara soal Santri Korban Pembakaran Dicegat Temui Densu di Jakarta

3 bulan lalu

Viral Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Dicegat Temui Densu di Jakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal