Aparat Gabungan TNI-Polri Dikerahkan Amankan Areal Freeport dari KKB

Chanry Andrew Suripatty
Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, didampingi Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit, para pejabat TNI-POLRI foto bersama usai apel gelar pasukan TNI-Polri dalam rangka Operasi penegakan hukum tersebut bertajuk " Operasi Satg

TIMIKA, iNews.id - Ratusan personel gabungan dari  TNI dan Polri, menggelar apel gabungan bersama sebagai persiapan untuk melakukan operasi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB),  yang terus melancarkan aksi teror  di sekitar kawasan Tembagapura termasuk ke warga sipil yang sudah semakin brutal.

Apel gabungan TNI-Polri dalam rangka Operasi penegakan hukum tersebut bertajuk "Operasi Satgas Terpadu Penanggulangan KKB Papua" dipimpin langsung Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar, didampingi Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit, para pejabat TNI-POLRI dan diikuti oleh kurang lebih 500 personel TNI-Polri, digelar di Markas Polres Mimika, Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Senin (6/11/17) pagi.

Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafli Amar dalam amanatnya pada  apel kesiapsiagaan Satgas Terpadu ini mengatakan, operasi ini dimaksudkan untuk menindaklanjuti meningkatnya eskalasi situasi keamanan di Papua. Di Papua sendiri, terutama di wilayah Tembagapura dalam beberapa bulan terjadi beberapa kali aktivitas penyerangan terhadap petugas, karyawan PTFI, dan masyarakat yang dilakukan oleh anggota KKB.

Boy Rafli menegaskan, ancaman yang datang tentunya tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena sudah sangat mengganggu kedaulatan negara, stabilitas keamanan, dan mengancam keselamatan warga sipil. Sebagai unsur negara, aparat keamanan bersama-sama hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dan warga Negara dari berbagai ancaman yang ada.

“Yang kita hadapi ini sekelompok orang yang merugikan masyarakat. Sehingga bagaimana melumpuhkan agar tindakan itu tidak dilanjutkan lagi. Karena itu, saya berharap kehati-hatian di lapangan dan kewaspadaan dan kejelian, serta menghomarti nilai HAM,” imbuhnya.

Kapolda menambahkan, para anggota yang melaksanakan operasi tidak perlu ragu dengan masalah HAM. Sebab yang akan dilumpuhkan adalah pelaku kejahatan yang berintensitas tinggi dan membawa senjata api. Karena itu, menurut Kapolda ketelitian dan kewaspadaan menjadi syarat utama dalam bertugas. Ditambah dengan koordinasi yang baik sangat diperlukan, termasuk rencana terhadap segala tindakan di lapangan.

Kapolda sekali lagi mengingatkan, bahwa petugas tidak perlu ragu, karena tugas operasi ini berdasarkan undang undang. Dimana Indonesia merupakan Negara hukum dan sudah menjadi kewajiban aparat melakukan penegakan hukum. “Jadi kita akan melakukan beberapa kegiatan awal untuk mantapkan kegiatan untuk diimplementasikan di lapangan. Koordinasi dan kerjasama sangat penting. Ditambah dengan doa yang kita panjatkan kepada Tuhan. Karena apapun, Tuhan yang menentukan apa yang kita rencanakan. Dan kita perlu mengundang intervensi Tuhan untuk kesuksesan tugas kita,” pungkasnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
4 hari lalu

Terungkap! Senpi Ilegal Rp80 Juta Diduga Dibeli dari WNA untuk Jaringan KKB Papua

5 hari lalu

DPO Pemasok Senjata Api KKB di Papua Ditangkap

2 bulan lalu

OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel

2 bulan lalu

10 Pendulang Emas Tewas Diserang KKB, Aparat Evakuasi Korban dan Kejar Pelaku ke Hutan

2 bulan lalu

Petinggi KKB Ditangkap di Yahukimo, Amunisi hingga Sajam Disita Aparat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal