Dia menambahkan, tim terpadu Polda Papua akan bergabung bersama tim terpadu lainnya untuk menjalin sinergitas dan menyamakan persepsi. Selain karena lokasi permukiman warga di tiap distrik yang saling berjauhan, juga karena kondisi medan menuju lokasi yang rawa-rawa.
“Kondisi di sana berbeda dengan Jayapura dan kota lain di Papua. Di Asmat kondisi geografisnya seperti itu (rawa-rawa),” tuturnya.
Diketahui, sejak September 2017 hingga 15 Januari 2018, RSUD Asmat dilaporkan merawat ratusan pasien campak. Sebanyak 393 orang menjalani rawat jalan dan 175 orang rawat inap. Kasus wabah campak di Kabupaten Asmat, Papua, telah menewaskan setidaknya 51 balita. Kasus ini diduga terjadi akibat kelalaian penanganan kesehatan, utamanya pemberian vaksinasi bagi balita di wilayah itu. Kondisi tersebut diperparah dengan kurangnya tenaga kesehatan di dan kebiasaan warga Asmat yang hidup berpindah-pindah.