Bentrokan Warga di Wamena, Diduga karena Dendam Kasus Pembunuhan

Chanry Andrew Suripatty
Kelompok warga yang bertikai dengan menggunakan senjata tradisional di Jayawijaya, Papua. (Foto: iNews/Chanry AS)

WAMENA, iNews.id - Bentrokan warga di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, diduga karena masalah dendam kasus pembunuhan. Polisi meminta warga menjaga situasi tetap kondusif dan tidak terpengaruh isu hoaks yang beredar.

Informasi yang dihimpun iNews, bentrokan antara dua kelompok masyarakat ini berawal saat warga Distrik Palebaga ditemukan tewas setelah beberapa hari dinyatakan hilang. Warga curiga korban dibunuh warga Kampung Meagama, Distrik Hubikosi.

Kemudian pada 18 Agustus kepala kampung Meagama dibunuh sejumlah orang tak dikenal di Jalan Safri Darwin Wamena. Keluarga korban dan warga tak terima dan menyerang warga Distrik Palebaga.

Dalam insiden bentrok ini, empat warga terluka dan 10 honai (rumah adat) terbakar. Pertikaian antarwarga ini terjadi di perbatasan Distrik Pelabaga dan Distrik Hubikosi, Rabu (19/8/2020).

Kapolres Jayawijaya, AKBP Dominggus Rumaropen mengatakan, korban luka-luka langsung dievakuasi ke RSUD Wamena. Ratusan personel kepolisian diterjunkan ke TKP bentroan dan meredam amarah warga.

"Saya berharap, warga tidak terprovokasi isu-isu hoaks dan tetap tenang," ujar dia saat dikonfirmasi di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Jumat (21/8/2020).

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
18 hari lalu

Polisi Bongkar Fakta Baru Bentrok Warga dan Massa Pesilat di Jombang, 2 Orang Tewas

21 hari lalu

Polsek Asologaima Papua Ditembaki OTK saat HUT ke-81 RI, 10 Selongsong Peluru Disita

29 hari lalu

Teror Penembakan di Festival Lembah Baliem, Pelaku Diduga Anggota KKB Egianus Kogoya

29 hari lalu

Penembakan di Festival Lembah Baliem, Mobil Korban Diberondong 3 Tembakan

30 hari lalu

Teror Penembakan di Papua, Festival Budaya Lembah Baliem Dihentikan Sementara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal