Jangan Mau Dibohongi, Ormas Papua: Pendeta Yeremia Tewas Dibunuh KKB

Edy Siswanto
KKB menembak mati pendeta di Hitadipa, Intan Jaya, Papua. (Foto: Istimewa).

JAYAPURA, iNews.id - Organisasi masyarakat (ormas) pemuda di Papua menyebut pembunuhan Pendeta Yeremia di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB). Warga diminta jangan sampai terprovokasi dan dibohongi mereka.

Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora, Alberth Ali Kabiyai mengatakan, aksi nekat ini dilakukan KKB untuk menjual isu pada Sidang Umum PBB pada 22-29 September.

"Ini propaganda, dengan cara membunuh warga sipil dan menuduh aparat keamanan atau pemerintah untuk menarik simpati masyarakat dunia," kata Ali di Kota Jayapura, Papua, Sabtu (26/9/2020).

Ali yang juga Ketua DPW Badan Advokasi dan Investigasi HAM Papua mengatakan, pola seperti ini kerap kali digunakan oleh kelompok teroris serta kartel narkoba di dunia.

Karena itu, dia meminta seluruh warga di Papua tidak termakan isu menyesatkan KKB yang telah tega mengorbankan warga sipil untuk kepentingan mereka.

"Kita jangan mau dibodohi mereka. Ini propaganda KKB," ujar dia.

Motif dari berbagai aksi ini, kata dia, karena dukungan dari sejumlah negara terhadap perjuangan Papua Merdeka semakin berkurang. Karena itulah KKB membuat berbagai aksi untuk menarik simpati dunia.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal
Artikel Terkait
10 hari lalu

Malam Mencekam di Yahukimo, Warga Sipil Luka-Luka Dibacok Pelaku Diduga KKB

11 hari lalu

Identitas Polisi Korban Penembakan KKB di Tolikara, Bripda Jhon Galu Anggota Polsek Ilu

12 hari lalu

5 Tersangka Pembunuh Bripka Fredy Awes Ternyata Anggota KKB, 2 Orang Tewas 3 DPO

17 hari lalu

TNI Gerebek Honai di Intan Jaya, Temukan Senjata Rakitan hingga Bendera OPM

22 hari lalu

Teror Penembakan di Festival Lembah Baliem, Pelaku Diduga Anggota KKB Egianus Kogoya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal